PEMBINAAN KETELITIAN DAN KERAPIHAN DIDALAM MENGETIK KECEPATAN

Dalam tugasnya sehari-hari, tugas seorang pengetikan merupakan tugas yang paling banyak dilakukan oleh seorang sekretaris. Adalah benar bahwa bila seorang sekretaris yang efektif dan efisien adalah sekretaris yang dapat bekerja dengan cepat, cermat dan rapi. Pekerjaan yang dilakukan oleh seorang sekretaris yang sebagian besar adalah tugas-tugas pengetikan memerlukan kecepatan, kecermatan, ketelitian serta kerapihan. Untuk ini sekretaris harus mempunyai cukup kemampuan untuk mengetik dengan mahir, disamping penguasaan pengetahuan tentang alat yang dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan pengetikan, yaitu mesin tik

A.           Ketelitan dan Kerapihan

Jika seseorang mengetik maka yang diharapkan adalah supaya hasil ketikannya baik dan rapih. Pengtikan yang bekerja teliti tentu ketikannya bersih dan rapih, tetapi untuk dapt mengetik cepat perlu memakai cara sistem 10 jari buta sebagai sistem yang terbaik.

Hanya mengetik buta atau sistem 10 jari dan betul-betul kita dapat menjadi pengetik yang baik dan pegawai yang berguna di kantor. Oleh karena itu dinesehatkan agar selalu mengetik dengan teliti rapi dengan cepat tanpa salah. Mengetik bagus dan cepat merupakan persoalan tekhnik perasaan dan ketenangan pengetik.

Teknik yang berhubungan dengan pukulan yang betul cepat dan kuat perasaan oleh sebab orang merasakan sendiri berapa cepat kita dapat mengetik cepat tanpa membuat kesalahan.

Sebelum melakukan pengetikan, hendaknya kamu harus mengetahui posisi yang benar diwaktu mengetik dan melakukan pemanasan agar tidak terjadi cedera pada saat kamu mengetik. Adapun posisi yang benar ketika mengetik adalah:

  1. Pusatkan pandangan mata kamu mengarah pada bagian sisi atas mesin tik  kamu Ingat jangan melihat tuts saat kamu mengetik.
  2. Duduklah dengan badan tegap, jangan membungkuk atau tangan terlalu menumpu pada meja.
  3. Tangan kanan dan tangan kiri diletakkan diatas tombol keyboard.
  4. Kaki rileks tegak seperti tegaknya kaki pada meja.

Pemansan kedua jari-jari sebelum melakukan pengetikan sangat berguna karena dapat meminimalisir cedera pada bagian pergelangan tanggan anda. Berikut ini cara-cara melakukan pemanasan :

  1. Letakkan salah satu telapak tangan diatas meja dengan seluruh jari tangan anda berada pada bidang datar meja, dengan mengunakan satu tangan yang lain regangkan satu persatu jari tangan anda dalam hitungan 1 sampai 8
  2. Silangkan kedua belah jari jari masing masing tangan anda kemudian tarik ke arah bawah agar terjadi regangan ditelapak tangan anda. Lakukan dengan hitungan 1 sampai 8 juga
  3. Masih dalam posisi yang sama seperti gengam dengan erat pada saat kedua telapak tangan mu masih bersilangan. Lakukan dari hitungan 1 sampai 8.

Adapun ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk mengetik cepat dan rapih adalah:

  1. Aturlah penekan segi kiri dan pada angka 10 untuk mensin tik Pica sedangkan mesin tik yang berhuruf Elite dengan penekan segi pada angka 15 dan sebelah kanan dibebaskan.
  2. Angka-angka pada akhir dan diatas kalimat tidak ditik dan begitu pula judul dari naskah kecepatan tidak ditik.
  3. Mata terfokus terhadap naskah yang ingin di ketik
  4. Jarak space naskah berkisar 1½ dan 2 sebagai mana yang telah ditentukan di dalam naskah.
  5. Hindarilah kesalahan-kesalahan dan keraguan-keraguan waktu mengetik dengan menguasai tuts-tuts yang sudah dilatih. Usahakan megetik menggunakan jari yang sesuai. Berikut ini tugas jari-jari sesuai yaitu :

a)    Jempol kanan atau kiri untuk tuts Spacebar (spasi), bisa bergantian sesuai selera   kamu.

b)    Telunjuk kiri untuk tuts huruf F, R, T, C, V dan B.

c)     Telunjuk kanan untuk tuts huruf J, U, Y, N, M dan B.

d)     Jari tengah kiri untuk tuts huruf E dan D.

e)     Jari tengah kanan untuk tuts huruf I, K dan tanda koma( , ).

f)      Jari manis kiri untuk tuts huruf W, S dan X.

g)     Jari manis kanan untuk tuts huruf O, L dan tanda titik ( . ).

h)     Jari kelingking kiri untuk tuts huruf Q, A dan Z.

i)      Jari kelingking kanan untuk tuts huruf P, titik dua ( : ), slash atau garis miring ( / ) dan tanda tanya ( ? ).

      6. Kecepatan yang harus dikuasai dalam waktu lima menit sebanyak 750 hentakan, dan     selam satu menit menjadi 150epm pada tingkat dasar (DS).

 B.       Kecepatan Mengetik dan Perhitungan Hasil

Mengetik dengan cepat biasanya menghasilkan banyak kesalahan jadi fokuslah pada ketepatan lebih dulu, dengan ketepatan maka secara otomatis akan dicapai tingkat kecepatan yang anda inginkan seiring berjalan waktu dan latihan terus menerus.

Setelah  kita  yang sudah dapat mengetik dengan teliti barulah kita dapat memahami kecepatan dengan baik. Adapun tips and trik kecepatan dalam mengetik (speed) yaitu :

  1. Sebenarnya Cuma 1 kunci aja kalau kamu bisa mempertahankan ketepatan dalam mengetik secara otomatis dapat meningkatkan frekuensi kecepatan kecepatan kamu dalam mengetik.
  2. Jagalah posisi jari kamu, usahakanlah selalu berada pada tuts dan dengan ritme yang tetap terjaga, maka kamu dapat lebih meningkatkan lagi kecepatan mengetik.
  3. Bayangkanlah huruf atau kata yang kamu tulis di dalam fikiran kamu sebelum kamu mengetiknya.
  4. Latihan secara kontinyu dengan beraneka tema atau masalah dapat memotivasi kamu untuk menambah porsi ketepatan dan kecepatn kamu dalam mengetik.

Setiap pekerjaan harus diselesikan dengan cepat dan baik, demikian pula semua pegawai harus bekerja tertib dan efisien sebagaimana kewajibanya. Mengetik cepat dan baik adalah syarat utama bagi pegawai yang pekerjaannya menyangkut dengan mengetik.untuk menghitung kecepatan perlu diingat bahwa setiap tanda yang diketik berarti satu hentakan dihitung. Sedang spasi dihitung satu hentakan dan huruf besar dihitung 2 hentakan didalam masalah perhitungan kesalahan.

C.     Perhitungan Hasil kecepatan

Dalam hal ini kita pasti ingin mengetahui seberapa cepat kita dalam mengetik sepuluh jari permenit. Untuk kecepatan ini kita bahas bermacam-macam  cara untuk menghitung kecepatan mengetik :

1.    Kesalahan tidak dihitung

Kesalahan tidak dihitung yaitu menghitung hasil kecepatan hanya menghitung dari banyaknya hentankan dan waktu yang diberikan oleh penguji. Cara menghitungnya yaitu banyaknya hentakan dibagi waktu. 

Gambar

2.    Kesalahan dihitung

Bila diatas kesalahan tidak di hitung, sekarang kita akan membahas cara menghitung dengan kesalahan dihitung. Maksud kesalahan dihitung disini adalah bila setiap pengetik melakukan kesalahan akan mengurangi hasil kecepatannya. Cara kesalahan dihitung ialah  banyaknya hentakan di kurangi jumlah kesalahan lalu dibagi waktu.

Gambar

3.    Setiap kesalahan dikenakan denda

Dalam hal ini bila pengetik melakukan kesalahan akan diberlakukan sistem

denda.Yang dimksud denda disini yaitu kehalahan yang akan dikalikan dengan denda yang telah disepakati. Misalnya pengetik melakukan kesalahan 5 hentakan, dan dendanya  2 setiap hentakan. Jadi 5 X 2 = 10, banyak hentakan akan di kurang 10. Lalu akan dibagi waktu yang telah diberikan.        

Gambar

4.    Cara menghitung kecepatan dengan presentase

Menghitung dengan cara presentase sebenarnya tidak beda jauh dengan cara mengitung lainnya. Akan tetapi hanya saja dalam menghitung dengan presentase waktu yang diberikan tidak termasuk kedalam rumus dan hanya di tambahkan 100%. Cara menghitunya ialah banyak hentakan dikurang jumlah kesalahan lalu dibagi banyaknya hentakan setelah itu baru dikalikan dengan 100%. Dalam cara menghitung kecepatan menggunakan presentase kita dapat mengetahui seberapa persen kita mengetik naskah.

Gambar 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s