Sejarah Al-Qur’an

  • Qur’an menurut pendapat yang paling kuat seprti yang dikemukakan Dr. Subhi Al Salih berarti bacaan. Asal kata qara’a . kata Al-qur’an berbentuk masdar yag artinya maqru (dibaca). Pada sekarang ini definisi Al-qur’an adalah Kalam ALLAH SWT yang merupakan mukjizat yang di turunkan melalui nabi Muhammad saw.
  • Cara Al-Qur’an di wahyukan :
  1. Nabi muhammad dalam meneriama wahyu mengalami macam-macam cara dan keadaan yaitu:
  2. Malaikat memasukan wahyunya ke dalam hatinya. Dalam hal ini nabi muhammad tidak melihat sasuatu, tetapi beliau  merasakan bahwa itu sudah berada dalam kalbunya.
  3. Malaikat menampakan  seorang laki-laki sehingga nabi saw bisa mengetahui dan hafal apa yang dikatakan kepadanya.
  4. Yang ketiga beliau merasa pada di turunkan wahyu ini sangat berat. Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit : “aku adalah penulis wahyu yang diturnkan kepada Rasssulullah, Aku lihat Rasulllah etika turunya wahyu seakan-akan diserang oleh deman dan keringatnya bercucuran. Namun setelah selesai diturunkan wahyu barulah beliau kembali seperti biasanya.
  5. Malaikat menampakan dirinya kepada Rasulullah. Tidak berupa seorang laki-laki tetapi benar-benar seperti wujudnya yang asli. Hal tersebut terdapat dalam Al-qur’an surat (53) An Najm ayat 13,14.

  • Hikmah ditrunkan alqur’an secara berangsur-angsur
  1. Al-qur’an duturunkan secara berangsr-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 tahun. 13 tahun di Mekkah dan 10 tahu di Madinah
  2. Agar mudah dimerngerti dan dilaksanakan
  3. Diantara ayat-ayat itu ada yang nasikh dan mansukh, sesuai dengan kemaslahatan.
  4. Turunnya ayat di sesuaikan dengan peristiwa yang terjadi akan lebih mengesankan.
  5. Memudahkan untuk penghafalan qur’an
  6. Diantara ayat-ayat ada jawaban dari pertanyaan atau penolakan suatu pendapat atau perbuatan. Bila Al-Qur’an diturunkan secara langsung hal ini tidak akan terlaksana
  • Ayat-ayat makkiyyah adalah ayat yang ditrunkan di mekkah atau sbelum nabi hijrah dan ayat-ayat madaniyyah adalah ayat yang diturunkan dimadinah atau sesudah hijrah ke madinah. Perbedaan ayat makiyah dan ayat madaniyah :
  1. Ayat makkiyah pada umumnya pendek sedangkan madaniyyah panjang.
  2. Dalam surat madaniyyah terdapat perkataan “ya ayyuhalladzina aamanu” dan sedikit sekali perkataan “yaa ayyuhannaas’’sedangkan dalam surat makkiyyah sebaliknya.
  3. Ayat makkiyah pada umunya mengandung hal-al yang berhubungan dengan keimanan, ancaman dan pahal, kisah-kisah umat yang tedahulu yang mengandung pengajaran dan budi pekerti sedangkan dalam ayat madaniyyah banyak yang mengandung tentang hukum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s